Hubungan Tanpa Status. Baiklah hal ini tentu hubungan antara pria dan wanita konteksnya (hubungan lawan jenis –red).
HTS itu sebenarnya terjadi akibat perpaduan 2 hal :
- Ketidakberanian untuk sebuah komitmen karena masih ingin bebas (tidak terikat), tidak tertuntut, kuatir tidak mampu untuk sebuah tanggungjawab, tidak ingin kehilangan hal-hal menyenangkan lainnya tentang dirinya sendiri. (selfish ya..) ……………versus……….
- Kebutuhan untuk share with someone.
Kalau kalau pria cenderung untuk nomor 1&2 kali ya…. kalau wanita cenderung karena nomor 2.
Namun sebenarnya pertanyaan yang lebih baik & challenging adalah : Mengapa tidak harus HTS?
(tertulis krn tergelitik melihat trend HTS yg menjamur sebagai bentuk pelarian sekaligus denial)

2 comments:
mungkin bukan mengapa tidak harus HTS tapi mengapa jangan HTS..ya..karena kita ingin diakui. sangat menyakitkan jika saat dikenalkan hanya sebagai teman. saat kita konfrontir, dia jawab "well, it's obvious that you're more than just a friend for me. tapi kalo dibilang pacar..come on..udah umur segini masih pake istilah pacar??". tapi,,saat kita menemukannya dekat dengan orang lain,dia berkata "loh..kan gw lagi ga punya pacar..sah2 aja dong.."
wahhh..minta diberi tendangan tanpa bayangan tuh orang. so judging from what i'm saying..say no to HTS!
@jeng yona : aku suka pendapatmu untuk merubah "mengapa tidak harus HTS" menjadi "mengapa jangan HTS".
jadi tampaknya perlu diwaspadai pemanfaatan HTS ini oleh kamu pria lah...
lagipula coba dipikir kenapa takut dengan punya status?
Post a Comment